Saturday, November 28, 2009

::CINTA::


DETIK-DETIK RASULLULLAH S.A.W KETIKA SAKARATUL MAUT
Sebuah kisah tentang cinta, yang benar-benar cinta telah dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turut menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"."Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini."Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?". "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyatnya sakit maut ini, timpakan saja semua kesakitan maut ini kepadaku, jangan pada umatku."Begitu sekali cinta kasih Rasul kepada umatnya, adakah kita mengasihi Rasul sepertimana beliau sayangkan kita sebagai umatnya?
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinar itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Fikirkanlah wahai sahabat- sahabatku sekalian.wajarkah kita menyintai orang lain selain Allah dan Rasul sedangkan itulah cinta utama kita.. jgnkan Allah dan Rasul, cinta ibu bapa juga masih tidak berbalas dengan yang sepatutnya, kini kita serahkan perasaan kasih kite kepada mereka yang bru kita kenal yg tempohnya xsmpai pun 1/4 daripada umur kita????

PEMERGIANMU-INTEAM

(Ya Rasulullah...)

Kau masih tersenyum mengubat lara
Selindung derita yang kau rasa
Senyuman yang mententeramkan
Setiap insan yang kebimbangan
Hakikatnya, tak tertanggung lagi derita
Di pangkuan isterimu Humaira
Menunggu saat ketikanya
Diangkat rohmu bertemu Yang Esa
Tangan dicelup di bejana air
Kau sapu di muka mengurangkan pedih
Beralun zikir menutur kasih
Pada umat dan akhirat
Dan tibalah waktu ajal bertamu
Penuh ketenangan jiwamu berlalu
Linangan air mata syahdu
Iringi pemergianmu
Oh sukarnya untuk umat menerima
Bahkan payah untuk Umar mempercaya
Tetapi iman merelakan jua
Bahawa manusia kan mati akhirnya
Tak terlafaz kata mengungkap hiba
Gerhanalah seluruh semesta
Walaupun kau telah tiada
Bersemarak cintamu selamanya
Ya Rasulullah
Kau tinggalkan kami warisan yang abadi
Dan bersaksilah sesungguhnya
Kami merinduimu


video

Friday, November 27, 2009

::kekecewaan seorang sahabat::

ini adalah komen daripada seorang sahabat dripada post sebelum ni.. rse perlu utk diposkan agar menjadi tatapan semua..... rasailah kekecewaan yang terpendam tatkala terasa diri dikhianati..

Anonymous
said...

PERJUANGAN YG DIKHIANATI
(dgn apologi kpd pemilik blog krn menumpang blognye)

teringin melahirkan rasa kecewa.bila ap yg diperjuangkan dikhianati tmn perjuangan sendiri.tergamak sungguh kalian...sedarkah?kamu umpama manikam sahabat sendiri dr blkg.pedih sekali rasenye...kecewa x terungkap lg rasenye.mane pergi perjuangan kita?sudah tewaskah kalian?dlm pejuangan ini,sokongan amtlah penting.tp kamu malah menikam!kenapa?
saya kecewa.tiada siapa yg menjamin perjalanan perjuangan ini akan jd mudah hanya kerana kita berpihak pd yg benar.tp sememangnye yg benar itu perlukan pengorbanan.mana pergi mujahadah?
sudah tewaskah?hanya krn sedikit ujian cinta manusia dr Allah.tewaskah kamu?
lalu,jalan mane yg dipilih?
sesungguhnya syaitan itu adalah musuhmu yg nyata.kenapa masih diturut bisikannya?hina sungguhkah perjuangan ini?knp sanggup dikhianati?
mana silapnya..pd usrahkah?
tidak sama sekali.
tetapi..hatimu yg sakit!
pernah bawa pergi rawatan?atau memang dibiar melarat?penat nk fikir kot...
sahabat,
dunia ini khayalan.jgn terpedaya.janji Allah itu pasti.dan Dia bersama2 org yg berjuang pada jalan-Nya.
inagtlah perjuangan ini mengejar syurga.hakikat hidup kita bukanlah disini.tp, akhirat sana...
bukankah kita hidup utk mati?
kematian adalah bila berpisah roh dr jasad.ia bukan satu pengakhiran tp kita, adalah ruh...sekadar memulangkan jasad yg Allah pinjamkan sekejap utk kita 'bermain2'di dunia.dan kita, adalah ruh...akan balik semula pd Pencipta.
ingat.kita, adalah ruh...bukanlah seperti ap yg kita lihat pd jasad.itu bukan kita.sekiranya kamu memandang kamu sebagai ap yg kamu lihat pd jasad, kamu adalah org yg terpedaya dgn dunia

sedarlah sahabat...aku sayang padamu

Thursday, November 26, 2009

:: renungan bersama~ ::

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta dengan anak, isteri, suami, orang tua, kaum muslimin. Tapi cinta itu tentu kedudukannya tidak melebihi cinta kita pada Allah, kerana Allah mengatakan,

“Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khuwatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”

Cinta. Sebuah kata singkat yang memiliki makna yang begitu luas. Walaupun belum ditafsiri secara pasti, namun kewujudan cinta diakui oleh semua orang. Al-Ghazali mengatakan cinta itu ibarat sebatang kayu yang baik. Akarnya tetap di bumi, cabangya di langit dan buahnya lahir batin, lidah dan anggota-anggota badan. Ditujukan oleh pengaruh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan, seperti ditujukkanya asap dalam api dan ditunjukkanya buah dan pohon.

Prestasi kepahlawanan para pejuang tidak terlepas daripada pengaruh cintanya seorang pemuda kepada pemudi. Umar bin Abdul Aziz berhasil memenangkan pertarungan cinta sucinya kepada Allah daripada cinta tidak bertuannya kepada seorang gadis. Tidak ada yang salah pada cinta. Berusahalah menempatkannya pada tempat, waktu dan posisi yang tepat.

"Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu."

"Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu"

"Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta sia-sia"

"Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu."

"Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu."

"Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu."

"Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu."

"Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu."

"Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu."


"Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu."

p/s : post ini di ambil dri satu tempat tp xigt di mana, cume mengepos kembali kerana dirasakan bersesuaian dengan keadaan. semoga org yg menulisnya diberkati Allah
pesanan dri seorg teman, semoga post ini memberi manfaat kepada yang membaca.
ditujukan khas buat teman2 di KMB
"Cinta kita urusan Dia dan cinta kan Dia urusan kita. Kenape kita nak sibukkan diri dalam urusan Dia sampai kita lupa urusan kita?"

Monday, November 23, 2009

Zu Al-Bijadain- pembeli akhirat dengan dunia


Di celah-celah gunung yang terletak berhampiran Yathrib, dilahirkan seorang bayi lelaki bernama Abdul ‘Uzza bin Abd Naham al-Muzaniy. Dia merupakan anak kepada sepasang suami isteri yang miskin dan Allah telah menjemput ayahnya ketika dia masih lagi belum pandai berjalan. Namun, bayi ini mempunyai seorang bapa saudara yang kaya dan kekayaan itu dilimpahkan kepada bayi tersebut. Abdul ‘Uzza disayangi seperti anak sendiri. Sehinggalah bayi itu meningkat dewasa, dia telah menjadi orang pertama dari kaumnya yang memeluk Islam. Keislamannya dirahsiakan. Harapannya agar bapa saudaranya turut memeluk Islam dan agar keislamannya boleh diumumkan. Lama pemuda mukmin ini bersabar namun pakciknya tetap jauh daripada Islam. Pemuda ini terlepas peluang demi peluang untuk bersama-sama Nabi Muhammad dalam banyak peristiwa sehinggalah dia nekad, walau apa pun akibatnya, dia akan berterus-terang. Tatkala keislamannya diketahui oleh pak ciknya, inilah yang dikatakan kepada pemuda tersebut.

“Saya bersumpah demi al-Lata dan al-Uzza, jika kamu memeluk Islam, saya akan mengambil kembali segala yang telah saya berikan kepadamu. Saya akan serahkan kamu kepada dunia kepapaan. Saya akan biarkan kamu menjadi mangsa kelaparan”

Namun, pemuda itu tetap dengan akidahnya yang mengesakan Allah. Pemuda bani Muzani ini pun berhijrah dengan agamanya kepada Allah dan Rasulnya. Dia segera ke Madinah kerana rindunya yang membuak-buak kepada Rasulullah. Semasa perjalanan itu, pakaiannya terkoyak dua lantas sebahagian dibuat kain lepas dan sebahagian lagi dipakai. Sampai ke Madinah, dia diberi nama Abdullah oleh Rasulullah. Rasulullah berkata,

“Tinggallah berhampiran dengan rumah saya. Kamu menjadi tetamu saya”. Sejak hari itu ,dia dikenali sebagai Abdullah.

Para sahabat menggelarkannya Zu al-Bijadain (pemilik dua kain kasar) setelah melihat pakaiannya dan mengetahui kisah hidupnya.

Sesungguhnya dia meninggal dunia dalam keadaan berhijrah kepada Allah,

berjihad di jalan Allah,

asing dari negeri dan rumah asal,

jauh dari keluarga dan kerabat,

Namun,

Allah gantikan dengan gentian yang jauh lebih baik…..

Para sahabat yang mulia menggali kubur untuknya

Rasulullah sendiri yang turun ke dalam kubur

Kedua tangan baginda yang mulia telah meratakan kuburnya

Abu Bakar dan Umar r.a yang menghulurkan jenazahnya ke dalam kubur kepada baginda Nabi

Abdullah bin Mas’ud yang menyaksikan pengebumian tersebut berkata,

“Alangkah bertuahnya jika saya menjadi pemilik lubang (kubur) ini. Demi Allah, saya kepingin kalaulah saya berada di tempatnya. Saya telah memeluk Islam 15 tahun lebih awal daripadanya”

Sunday, November 1, 2009

kerana satu simpang~

Petang jumaat setelah abis usrah, makan dan solat.... dan setelah selesai tugas menguruskan urusan yang penting petang itu.. kredit to a**q yang sangat2 bertungkus-lumus menguruskan segalanya. alhamdulillah dgn izin-Nya berjaya jugak la selesai tugas kami tu by 6.00 pm... skg tggl kami pula nk kuar.... bergerak la yang tinggal antara kami dalam 9 org... naik la 3 kereta.. ditakdirkan Allah, at**irah naik bersama satu kereta.. J**a naik dengan T*ka*.. al** dan Az**n* naik satu kereta...bergerak la kami sume ke satu tempat dalam perjalanan untuk membina diri sendiri, dan mencari cintaNya...

"A**q, ngantuk... penat sangat~" ngadu kat a**q sebelum kami bergerak keluar dri KMB yang tersyg.... a**q pun jwb.. "xpe awk, nnti kite tido dlm keta jap, rehat kejap utk malam ni nye xtvt"...dalam hati, haah, btol gak, rehat kejap pon jdlah...bergerak la kami semua....

xtau napa, takdir Allah kereta yang mereka naik laju meluncur meninggalkan kami... igtkan tau la jln memandangkan dah ke tmpt tu lebih dri 3X.. bila yang memandu bertanye ttg simpang kat roundabout yang patut di masuk.. ... dengan yakinnye, "akak, masuk 3 o'clock" (dalam hati tyme tu risau sgt, sebab berdasarkan sejarah sebelum ni, sense of direction mmg xde lgsg, apatah lagi suh tnjk jln) tapi ckp dgn confident je... disebabkan keyakinan yang tidak bertempat, perjalanan yang sepatutnya mengambil masa 10 minit menjadi 2 jam setengah.... bertolak pukul 6 dan sampi 8.30 malam...berhenti solat kat kmb balik.. sebab xde cara lain nk ke situ, kena dri kmb gak.... elok2 masuk waktu isyak.....

cuba memikirkan kembali apakah hikmahnya disebalik peristiwa yang terjadi.... akhirnya dpt la satu konklusi.... mungkin Allah ingin membiarkan hambaNya ini merehatkan badan yang penat sekejap .. bukan lah penat sangat sebab masalah yg hebat mcm nabi Muhammad yang memikirkan masalah umat.. malah bukanlah setiap masa memikirkan masalah2 bahkan memikirkan perkara2 yang tidak menguntungkan dan tidak menambahkan iman... namun luasnya kasih sayang Allah.. betapa Dia mengerti keperluan hambaNya.. perjalanan yang memberi rehat 10 minit dijadikanNya 150 minit utk saya dan a**rah merehatkan diri sebelum mencari-Nya...betapa kasihnya Dia kepada orang yang cuba mencariNya..

"Aku sesuai dengan dugaan hambaKu kepada Ku
dan aku bersama dengannya ketika dia ingat kepadaKu
Jika dia mengingatKu dalam hatinya
Aku akan mengingatinya dalam hatiKu
dan jika dia ingat kepadaKu dalam lindungan khalayak ramai
nescaya Aku juga akan mengingatinya
dalam lingkungan khalayak ramai yang lebih baik
dan jika dia mendekatiKu sejengkal
Aku pun akan mendekatinya sehasta
dan jika dia mendekatiKu sehasta
nescaya Aku mendekatinya sedepa
dan jika dia datang kepadaKu berjalan
maka Aku mendatanginya dengan berlari"

~Hadith riwayat Syaikhani dan Tarmidzi~


benarlah hadith yang nabi sampaikan.. betapa Allah itu maha penyayang...
terasa bahagia sbb Dia masih mengambil berat......

Other posts:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...