Tuesday, April 19, 2011

::Read, in the name of thy LORD [SCUK]::

Ahamdulillah, still being given the time and breath to write this entry. Despite the fact that sickness is a part of life's challenge (fever after SPRING CAMP), His way of saying that He is still watching, I am still able to write, alhamdulillah.

Well, Spring Camp UK [SCUK], my first spring camp after almost 7 months being in UK. Can't begin to say how much He wants me to learn in this camp. What really get to me was the fact that He gives two perspectives to us in seeing things.

When things happen to us, we can either see in it a good way or a bad way.

فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَٮٰهَ 
And inspired it (with conscience of) what is wrong for it and (what is) right for it. (8)

As-Shams;91:8
We can always see things in a negative way, that is for sure. But Allah will always gives us the choice to see it in the good way as well. The choice is in our hand, 'cause we choose how to view things the way it is, be it good or bad.

Well, about SPRING CAMP. The experience was priceless. Even though it wasn't a five stars event in terms of accommodations and technicality, but again, it wasn't five stars from a human point of view, it was the best if it's what destined for us by Allah.

We had to sleep in a marquee(a large tent) for the first night. And despite having a large heater, the coldness was almost unbearable. ALMOST. I managed to sleep through the night. One of the sisters said to us while we were eating breakfast the next day, Alhamdulillah, we still have food to eat, people in PALESTINE have to sleep through cold night with nothing to eat. SubhanAllah! There is always a better perspective in seeing every bad events that happened to us.

I have to admit, i was a bit scared for the next night, 'cause having to sleep again in that coldness, i don't know how i am going to survive this time. Why? because i have expectations and i know how it feels. But Alhamdulillah, He destined us to sleep in a building the next night.

All in all, even with some technical problems, and to be honest i was a bit frustrated and angry with some people, but a conversation with a sister made me realised that we can always see things in a good ways, we can always try to see the good in people, have good thought about people. The way she put things made me rethink about everything. Maybe Allah wants us to experience all those difficulties to make us more appreciative with what we have. Maybe it was a learning process for those people as well, in managing events. Maybe Allah wants us to be more patience with challenges as this 'road' does not become easier as we go further along it. As for me, i need to have patience and have more acceptance in anything that happens.

I have to say, I learnt a lot in this three days two night event. There was always things to ponder every single second i was there. Being a part of it was a golden opportunity that Allah gave to me and for that, I thank Him for everything, Alhamdulillah.








Wednesday, April 13, 2011

::Picnic::

We plan to have a picnic today, so off we went to a park. It was a lovely park.






While the two of us were walking at the park, three kids ran towards us:

Kids: "Hey, did you remember us, we were the one who   threw water at you, yesterday" 
Us:"But we are not from here, we just arrived from S_____. It can't be us". 
Kids: "But we swear it was you, one of you, i remembered this (while showing one of our scarf)" 
Us: "It can't be, we just arrived here. You must have mistaken us with some of our friends who stayed here" 
Kids: "But i remembered your face. Blimey, you do look alike, are you family?"

and the conversation went on and on, it was very interesting to hear what they were saying despite the fact that they are just 16, 14 and 10 year old kids (they do look young - kids)  until one part that struck me  :

Kid (one of them) : "My teacher used to tell me about her religion, it was a horrible religion where she will get punished when she died if she do bad stuff. She used to tell us how horrible the religion was" 
Me: "Well, in my opinion, it makes sense. Why do we have policeman here? 
Kid: "If not, thief will break into the shops and everything" 
Me:  "Well, same goes with the punishment, if you do bad stuff, you will need to be  punished, don't you think it makes sense?" 
Kid: "Yes, but will you get punished immediately?" 
Me: "You will be given time to repent" 
Kids: "What is your GOD's name?. Is it Allah?" 
Us: "Yes" 
Kid: "It is the same GOD as my teacher's"

They ended up joining us for our picnic, and today's incident made me think, we Muslims are the one who gives misconceptions to people out there about Islam. We are the one who portrayed the wrong portrayal of Islam to the non-believers of Allah. People said Muslims are the advertisement of Islam and I also once heard that the worst advertisement on earth are the Muslims because we have the most precious product in the world - ISLAM and yet, we portrayed IT so badly that people doesn't even want to know about it if they meet a Muslim first and not be exposed to the beauty of ISLAM.. Something to ponder upon by all Muslims.








Sunday, April 10, 2011

::Enough hardships? Well..Think again::


SubhanAllah!
Alhamdulillah!
Allahuakbar!

 He destined me to encounter the video this morning while i was complaining about too much tests, obstacles and hardships in my life.

 (maybe it is just a film, but it made me realised that life can always be seen in a different perspective, can always be viewed in a brighter side, inshaAllah)


He is just a child, yet he described things to be lovely and good all way through
Why can't we while we have Allah by our side?




Friday, April 8, 2011

::Adakah...::

Ibnul Qayyim mengungkapkan : Seorang pendeta berkata: "Wahai Tuhanku, betapa aku sering melakukan maksiat kepadaMu tetapi menpa tidak kunjung datang azabMu menimpa diriku?". Didatangkan ilham kepadanya melalui ilmunya: "Alangkah besarnya azab Allah kepadamu, tetapi engkau tidak mengetahui hakikatnya. Tidakkah engkau berasa dirimu dihalangi daripada merasai kemanisan beribadat kepadaNya?"

Hari ini, genap 6 bulan 16 hari aku berada di bumi baru ini. Bumi yang mengajarku banyak perkara, bumi yang menyaksikan aku melakukan perkara-perkara yang aku sendiri tidak pernah duga aku akan lakukan, bumi yang memaksa aku keluar dari comfort zone aku dan melakukan perkara-perkara yang aku sendiri tidak sedar bahawa aku mampu untuk melakukannya. Dan pagi ini, tatkala melihat mesej yang masuk dalam inbox handphone, mesej ini yang paling terkesan sekali, terima kasih atas peringatan dan perkongsian yang sangat bermakna ini.

6 bulan ini membuatkan aku berfikir kembali kenapa aku berada di jalan ini. 6 bulan ini membuatkan aku berfikir kembali apa yang aku inginkan dalam kehidupan aku yang sementara ini. Dan 6 bulan ini membuatkan aku berfikir, apa yang aku sanggup korbankan tatkala aku menuturkan yang aku ingin terus thabat berada di jalan ini.

Tatkala manusia lain sedang menangis memikirkan masalah study, mereka menangis memikirkan masalah umat. Tatkala manusia lain berkira-kira untuk melancong, mereka menginfakkan wang demi satu cita-cita. Tatkala manusia lain sedang nyenyak tidur, mereka berjaga demi merancang dan memikirkan bagaimana nak membangunkan ummah.Tatkala manusia lain bergelak ketawa menonton cerita, mereka menatap bahan bacaan yang tidak tahu bila akan habisnya.

Nampak sangatlah tak best kan kehidupan itu dari luar. Nampak sangatlah membosankan. Nampak sangatlah tiada keseronokan seperti manusia-manusia lain yang boleh berjalan-jalan di muka bumi Allah dengan gembiranya, yang punya seluruh masa di dunia. Namun,hakikatnya mereka masih mampu tersenyum. Mereka masih mampu ketawa. Dan mereka masih lagi gagah berdiri, menyelusuri jalan itu. Kerana apa? Tatkala hati dirisaukan dengan sedikit kekusutan, datanglah pujukan Allah melalui jalan yang paling halus dan lembut, tatkala jatuhnya sehingga tidak mampu untuk bangun kembali, tangan-tangan hasil ukhuwah keranaNya terhulur tanpa diminta, tatkala tidak mampu lagi untuk melangkah, datanglah kekuatan yang sukar ditafsir dari mana arah datangnya.Kerana rasa bahagia itu letaknya di hati, dan Dialah pemilik semua hati-hati manusia.

"Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah solat kerana Tuhanmu,dan berkorbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang yang membencimu,dialah yang terputus (dari rahmat Allah)

(Al-Kautsar;108:1-3)


Dan 6 bulan ini sangatlah menguji apa yang selama ini aku bicarakan. Sangatlah menuntut hak sebuah kata-kata. Sangatlah meminta setiap inci kehidupan yang aku katakan adalah untuk dakwah kepada Allah semata-mata selama aku mengenal tarbiyah. Dan aku bimbang kiranya reputasi di depan manusia yang aku kejar, kiranya redha mereka yang aku risaukan, dan expectation mereka yang ingin aku penuhkan. Bukan lagi kerana cinta Allah dan rasulNya, bukan lagi kerana mengharapkan sebuah pertemuan di akhirat sana, bukan lagi kerana ingin menuntut sebuah cinta yang tiada taranya. Dan aku bimbang andai semua itu membuatkan aku penat untuk melangkah, berat untuk bangun kembali dan letih ingin terus memikirkan, dan aku bimbang andai semua itu membawa kepada terhalangnya diriku daripada merasai manisnya beribadat kepadaNya.

"Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati manusia, tetapkanlah hatiku di atas agamaMu, atas ketaatan kepadaMu, dan atas jihad di jalanMu, ameen ya Rabbal A'lamin¬"

Monday, April 4, 2011

::him - in memory::

It's been 6 years now, i planned to make a post just for him on 2nd of April, but He destined me to be away from my laptop for 2 days in a row, and now,here i was, in front of my laptop writing.


I can't say how much i miss him, how much i miss his smile, how much i miss his laughter, he was a bubbly carefree person that would lighten up the mood of anybody around him. He wouldn't care about himself if he was around his circle of friends.


And i also know how much THEY miss him. Even when they did not mention his name even once when we were happily chatting and laughing around.


Allah knows best. He does. He always wants what is best for us, even when we did not like it, or even if we think that it was not for our best interest.


كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ ٱلۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٌ۬ لَّكُمۡ‌ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـًٔ۬ا وَهُوَ خَيۡرٌ۬ لَّڪُمۡ‌ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡـًٔ۬ا وَهُوَ شَرٌّ۬ لَّكُمۡ‌ۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ  
"Warfare is ordained for you, though it is hateful unto you; but it may happen that ye hate a thing which is good for you, and it may happen that ye love a thing which is bad for you. Allah knoweth, ye know not. "

(Al-Baqarah;2:216)


Nobody likes their loved ones to go away from them, especially when that was the least expected thing to happen. Not when life is so beautiful. Not when everything is so perfect. But, Allah said something else. Allah had ordered things to be the way it should be.


And after 6 years, Allah's preordainment clearly brings a lot of hikmah. I can list lots of hikmah from that significant event in my life, but that is just us, humans trying to make sense of why things happen. The real reasons of why it happens is still beyond human reach, as it is beyond our limited capabilities. And we can only make do'a that we will be among those who have acceptance in our heart to every single things that are destined for us, inshaAllah.


"Al-Fatihah. O' Allah, i seek forgiveness for all my wrongdoings and i pray for forgiveness for my brother's wrongdoing as well. Forgive him and placed him among those who is near to You O' The Most Merciful.  Ameen~"


وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٲنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَـٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِى قُلُوبِنَا غِلاًّ۬ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ۬ رَّحِيمٌ 
"And those who came (into the faith) after them say: Our Lord! Forgive us and our brethren who were before us in the faith, and place not in our hearts any rancour toward those who believe. Our Lord! Thou art Full of Pity, Merciful. "

(Al-Hasyr;59:10)

Thursday, March 31, 2011

::Pasti::

Tarikh yang sama 6 tahun lepas, merupakan hari yang sgt diraikan..berbanding tahun-tahun sebelumnya,di mana tarikh ini tidaklah diraikan seperti tahun tersebut.. dan memikirkan kembali..besarnya tarbiyah Allah pada tahun tersebut~


source: http://www.julietstallwoodcakesandbiscuits.co.uk

Semua orang suka mengingati hari kelahiran... namun sedarkah kita, apabila sampai ulangtahun kelahiran tersebut, genaplah sudah setahun lagi umur dunia kita, dan semakin hampirlah kita kepada pertemuan dengan Al-Khaliq, si Pencipta kita.. dan dengan bertambahnya setahun itu, bertambah jugalah pertanyaan yang akan dilontarkan kepada kita di akhirat sana..bertambahlah pertanggungjawaban tentang masa dan kesempatan yang telah Allah berikan, bertambahlah pertanyaan tentang ke mana nikmat-nikmat Allah sepanjang hidup kita di muka bumi Allah ini, dan semakin pendeklah masa kita untuk menambahkan amal kita sebagai bekalan untuk kita bertemu dengan-Nya..bukanlah ia sesuatu yang menjadikan kita takut akan kematian, kerana kematian hanyalah transisi kepada kehidupan akhirat yang lebih kekal..namun, cukuplah sekadar kematian itu sebagai peringatan, bahawa hidup kita di dunia bukanlah sesuatu yang sia-sia, sebaliknya terciptanya kita dengan tujuan yang jelas, dengan matlamat yang nyata , inshaAllah..

Tarbiyah Allah mengajar bahawa kematian adalah sesuatu yang pasti, tidak dapat tidak kita tidak mampu lari daripadanya.. namun, persiapan untuk menyambut kedatangannya bergantung sepenuhnya kepada usaha dan amal kita..

ayuh, persiapkan diri untuk sesuatu yang pasti, kerana bimbang sekiranya ia hadir tatkala diri masih belum bersedia dan risau kiranya hadirnya ia sewaktu diri sedang menambahkan sebab untuk dihumban ke neraka, na'uzubillah~

Sunday, March 27, 2011

::Kesantunan itu::

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya (janji Allah) kepada kamu, ketika kamu hancurkan mereka dengan izin-Nya (izin Allah), sehinggalah hati (semangat) kamu menjadi lemah dan berbantahan (sesama sendiri) dalam urusan (perang Uhud) itu dan kamu derhakai (perintah rasul) sesudah Dia (Allah) perlihatkan kepada kamu apa yang kamu gemari (harta rampasan). Ada antara kamu yang mahukan dunia, dan ada yang mahukan akhirat. Kemudian Dia (Allah) memalingkan kamu daripada mereka (menewaskan kamu), sebagai ujian bagi kamu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) sudah memaafkan kamu. Dan Allah memberikan kurnia kepada orang yang beriman.  



(Ingatlah) ketika kamu lari tanpa berpaling kepada sesiapa pun (ketika perang Uhud), padahal rasul (yang berada) di kalangan (kawan-kawan) kamu yang lain memanggil kamu. Lalu Dia (Allah) timpakan ke atas kamu kesedihan demi kesedihan agar kamu tidak berdukacita terhadap (keuntungan) yang luput daripada kamu dan terhadap musibah yang menimpa kamu. Dan Allah adalah al-Khabir (Maha Mengenal) terhadap apa yang kamu lakukan. 


Kemudian Dia (Allah) turunkan kepada kamu ketenteraman selepas kesedihan, iaitu rasa mengantuk yang mengenai segolongan daripada kamu sementara segolongan (yang lain) mementingkan diri sendiri (hinggakan) mereka mengadakan prasangka yang tidak benar terhadap Allah, iaitu prasangka Jahiliyyah. Mereka berkata: “Apakah ada sesuatu (kekuasaan) bagi kita dalam urusan ini?” Katakanlah: “Seluruh urusan itu kepunyaan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam diri (hati) mereka hal yang mereka tidak nyatakan kepada engkau (Muhammad saw). Mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita sesuatu (kekuasaan) dalam urusan ini tentu kita tidak terbunuh di sini.” Katakanlah: “Walaupun kamu berada di dalam rumah kamu, nescaya orang yang sudah ditentukan terbunuh itu akan keluar ke tempat mereka terbaring (menemui ajal).” Dan kerana Allah hendak menguji apa yang ada di dalam dada kamu dan untuk membersihkan apa yang ada di dalam hati kamu. Dan Allah adalah al-‘Alim (Maha Mengetahui) terhadap isi hati.  
Sesungguhnya orang di kalangan kamu yang berpaling pada hari pertempuran dua angkatan (perang Uhud) itu, tidak lain (melainkan) mereka digelincirkan oleh syaitan disebabkan amal (kesalahan) yang mereka telah lakukan (sebelum ke medan perang), tetapi Allah telah memaafkan kamu, sesungguhnya Allah adalah al-Ghafur (Maha Pengampun), lagi al-Halim (Maha Penyantun).   
(QS: Ali-Imran;3:152-155) 


Tatkala membaca surah ini, terasa sangat lembut dan penyantunnya Allah itu kepada hamba-hambaNya. Kisah perang Uhud, di mana para muslimin dikalahkan kerana mereka melanggar arahan nabi Muhammad saw agar tetap di tempat masing-masing walau apa pun yang berlaku. Akibat terpesona dengan harta rampasan perang yang ditinggalkan oleh tentera kafir, para pemanah berlari meninggalkan tempat masing-masing lantas membolehkan Khalid Al-Walid membolos pertahanan kaum Muslimin. Besarnya harga yang perlu dibayar atas keingkaran terhadap arahan Rasulullah saw- syahidnya ramai Muslimin dalam perang tersebut.


Namun, apa yang Allah kata dalam ayat 152-155 surah Ali-Imran ini? Allah ulang 2 kali dalam 4 ayat ini, Allah telah memaafkan kamu. Mudahnya Allah memaafkan kita, dengan syarat kita menyedari kesalahan kita dan bertaubat kepada-Nya. Betapa penyantunnya Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan Allah berfirman untuk memberitahu manusia bahawa kesedihan itu ditimpakan agar kita tidak berdukacita dengan keuntungan yang luput daripada kita dan terhadap musibah yang menimpa. Dan Allah sambung lagi pada ayat seterusnya, menjelaskan kekuasaan adalah hak mutlak Allah. Dialah yang menentukan sesuatu, bukanlah kita, hamba-hamba-Nya yang kerdil ini. Oleh itu, walau apa pun yang kita lakukan, segala ketentuan Allah pasti akan berlaku, biar pun kita cuba untuk menghalangnya,Jadi, usahlah berdukacita, kerana Allah hendak membersihkan hati kita.


Dan komentari Allah terhadap perang ini :


Dan janganlah kamu berasa lemah dan berdukacita, sesungguhnya kamu adalah yang paling tinggi jika kamu (benar-benar) orang yang beriman.Jika kamu mendapat luka (dalam peperangan Uhud), kaum (yang memerangi kamu) itu juga telah mendapat luka yang serupa (dalam peperangan Badar). Demikianlah Kami (Allah) pergilirkan hari-hari itu antara manusia, dan kerana Allah hendak menyatakan mereka yang beriman, dan menjadikan di kalangan kamu syuhada (orang yang mati syahid atau yang menjadi saksi). Dan Allah tidak menyukai orang yang zalim. 
(QS: Ali-Imran;3:139-140)
Apa lagi yang Allah kata?
Dan jangan kamu sangka orang yang terbunuh pada jalan Allah itu mati; bahkan mereka hidup di sisi Rab (Tuhan) mereka dan mereka mendapat rezeki.

(QS: Ali-Imran;3:169)

Betapa lembutnya dan halusnya pujukan Allah terhadap kekalahan kaum Muslimin ketika itu. Betapa  kasihnya Allah kepada kita, kaum Muslimin, biarpun kekalahan itu adalah daripada kelalaian kita sendiri, namun kecintaan Allah kepada kita, pujukan Allah kepada kita, sangatlah mesra. Seluruh surah ini mencerminkan sifat maha penyantun dan maha penyayang Allah terhadap hamba-hambaNya walaupun hamba-hamba-Nya telah melakukan kesalahan. Walaupun hamba-hamba-Nya ini telah mengingkari arahan kekasihNya; Rasulullah saw. Tidak cukupkah lagi kasih itu untuk menjadi pendorong kita untuk bertaubat kepada-Nya. 

Dari Anas r.a, katanya : " Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : ' Telah berfirman Allah Ta'ala : 
 
Wahai anak Adam ! Setiap kali engkau berdoa berharap kepadaKu, Aku akan tetap mengampunimu atas segala dosa yang engkau lakukan, dan Aku tiada peduli. Wahai anak Adam ! Andaikata dosa-dosa kamu setinggi langi kemudian kamu memohon keampunanKu, nescaya Aku akan mengampunimu. Wahai anak Adam ! Andaikata engkau datang padaku dengan dosamu sepenuh bumi ini, kemudian engkau menemuiKu, pada hal tiada engkau menyekutui akan Aku dengan sesuatu pun, nescaya Aku akan datang kepadamu dengan keampunan sepenuh bumi pula.   
(Hadis 42 daripada Hadis 40 Imam Nawawi)






P/s: Masih mencari secebis kekuatan untuk meneruskan langkah-langkah menempuh hari yang mendatang~ 
terasa kelembutan itu kala ini~ 






Other posts:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...