Showing posts with label luahan hati. Show all posts
Showing posts with label luahan hati. Show all posts

Saturday, May 26, 2012

::Iman::

Bismillahirrahmanirrahim

[credit]

Iman itu sifatnya bergerak dan menggerakkan.
Iman itu tidak statik. Sama ada ia berada di bawah atau di atas. 
Iman itu menghidupkan, andai ia statik....

[credit]

Kita tidak akan tahu kita memberi impak kepada siapa dan bila,

Oleh itu, teruskan berada dalam Islam, dan teruskan menyebarkan keindahan Islam.

Walaupun beribu batu jauhnya, namun kesan iman dan Islam itu terhadap manusia lain hanya Allah yang tahu, kerana Dia yang menentukannya!


p/s : Pagi ini, digembirakan lagi dengan perubahan mereka yang jauhnya beribu batu  daripada bumi Titanic ini ^_^ alhamdulillah.

Wednesday, May 23, 2012

::Privasi::

Bismillahirrahmanirrahim

Andai kita selalu memikirkan diri sendiri, kita hanya akan hidup untuk diri kita sendiri.

Andai kita hanya memikirkan benda-benda kecil, kita tidak akan memikirkan benda-benda besar.

[credit]


Seorang kakak pernah berkata kepada saya, semua orang ada bubble privasi dia sendiri; kawasan yang tidak boleh dimasuki oleh orang lain. Ada orang mungkin bilik dia adalah privasi dia dan ada orang mungkin kecil sikit, meja studi dia mungkin tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Tarbiyyah akan mengecilkan bubble tersebut, sehingga orang itu akan hidup untuk orang lain. Sehingga orang tersebut menjadi sangat-sangat selfless; kerana kita menginginkan yang terbaik buat saudara kita. Itulah apa yang Islam ajarkan.

Sesungguhnya mukmin itu bersaudara" (Surah al-Hujuraat:ayat 10) 
"Tidak beriman seorang muslim itu sehingga dia mencintai saudaranya sepertimana dia mencintai buat dirinya"

(Hadis Riwayat al-Bukhari)

Sedang cuba untuk membaiki diri, dan hidup untuk orang lain. Tolong doakan saya kuat. Memerlukan doa semua orang!

Friday, May 18, 2012

:: Rindu ::

Bismillahirrahmanirrahim

Disclaimer : Post ini adalah luahan perasaan (sekali lagi).


Hari ini, perasaan rindu mak ayah datang secara tiba-tiba. Kalau ikut, selalu sangat skype dengan mereka. Boleh dikatakan hari-hari.  Tapi, melihat mereka memberi ketenangan kan. Itulah nikmat yang Allah swt beri kepada kita. Dan untuk kita yang masih punya ibu bapa, hargailah peluang yang masih Allah berikan ini.

Nak share satu ayat tentang mak ayah (keluarga sebenarnya) , inshaAllah.

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” 
(At-Tahrim: 6)

Teringat satu talk kat YouTube oleh Brother Nouman Ali Khan,  tentang mak ayah dan keluarga. Brother Nouman hurai ayat ini dengan cara yang sangat best.

Allah suruh kita jaga diri kita dan keluarga kita daripada api neraka. Dan ya, berdakwah kepada keluarga memang sangat susah kan? Sebab mereka kenal kita dari kecil, kenal kita luaran dan dalaman. Segala kelemahan kita mereka tahu. Tapi Allah kata dalam ayat ini, Allah suruh kita jaga diri dan keluarga daripada api neraka.

Ok, mestilah semangat kan nak buat sebab Allah suruh? Tapi manusia ini ada turun dan naik semangatnya, turun dan naik imannya. Kan? Sebab itu Allah sambung lagi dalam ayat tersebut; neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Kitalah manusia itu kan? Kita, keluarga kita, sahabat kita, cikgu kita.

Lemah semangat lagi? Okay, jom sambung ayat tu lagi; penjaganya malaikat yang kasar, keras, yang tidak mendurhakai Allah. Yang tidak akan melanggar apa yang Allah suruh. Scary tak untuk kita hadapi semua itu di akhirat kelak? Dan kalau bukan kita yang hadapi, keluarga kita juga mungkin akan menghadapinya kerana kita tidak berusaha untuk menjaga mereka.

Lemah semangat itu perkara biasa, kerana kita adalah manusia yang penuh dengan kelemahan. Namun kita berTuhankan Allah yang Maha Kuat kan? Dan kita yakin Dia selalu ada untuk tolong kita dalam apa jua tindakan kita kan? Jadi, bangkitlah dan selamatkan diri kita dan mereka yang kita sayang!

p/s : Peringatan ini lebih kepada diri sendiri yang selalu ambil keluarga sambil lewa. Kerana mereka selalu ada di sisi saat diperlukan. Tolong doakan saya juga mampu untuk berbakti kepada mak ayah saya ^_^


Thursday, May 17, 2012

::Blind::

Bismillahirrahmanirrahim

[credit]

When we have a dispute over something, go back to Allah and Rasulullah saw.

Where? In the Quran and Seerah.

Always go back to basic.

Life is an ongoing and never-ending learning process,

But the heart needs to be opened to get what He wants us to learn~

"Have they not travelled in the land, and have they hearts wherewith to feel and ears wherewith to hear? For indeed it is not the eyes that grow blind, but it is the hearts, which are within the bosoms, that grow blind"
[Al-Hajj ; 22 :46]

Sunday, May 13, 2012

::Caring Hearts::

Bismillahirrahmanirrahim

Disclaimer: Post ini adalah random thought semasa tengah cuba mengulangkaji pelajaran (baca : revise)


"Perhaps your store's motto of "Caring Hearts" means to watch over a reckless colleague 'til he falls.  


However, in our cafe, we'll care and support each other so that we won't fall.  

You will want to support others since everyone is supporting you as well. 

Even if you're bothering others, they will push you from behind giving you strength to move forward! 

And because of this, we can serve our customers to the fullest, to satisfy them!" 

(Taken from Kaichou Wa Maid Sama Episode 19)

I watched this anime long time ago (and I'm not encouraging you to do so yourself), and I liked Japanese cartoons because they brought with them a set of values we can learn about. I had always liked philosophy I guess, that's why I can relate to these kind of things.

In doing da'wa, we are not alone! Caring and supporting each other are always needed in a circle/halaqah. That's why we need to know the three pillars (rukun) of usrah, ta'aruf, tafahhum, takaful.

Ta'aruf is where you get to know your usrahmates.
Tafahhum is where you try to understand them and help each other because you know each other in and out.
Takaful is where you help each other, improving oneself while improving others.

[credit]


I think what Misaki said up there summarised it well.

And who might our customers be? We, the Muslims are here to serve Allah and to serve the mankind. Our presence should be a mercy to mankind.

Think about it. I won't elaborate much on it, need to go back to revision!

P/s: Please make du'a for me and the others who are having exams starting next week!


Wednesday, May 9, 2012

::Bicara hati di malam hari::

Bismillahirrahmanirrahim

Disclaimer : Luahan hati di malam hari.

[credit]

Kita selalu merasakan apa yang kita buat itu sudah sehabis baik, dan seharusnya kita memperoleh keputusan yang terbaik. Namun, Allah pasti akan menguji kita, atas dasar apa sebenarnya usaha yang kita berikan, dan apa sebenarnya yang kita harapkan.

Ya Allah, aku usaha kerana ia adalah sesuatu yang Engkau suruh, dan aku lakukannya kerana ia adalah jalan yang dilalui para Nabi. Namun, dakwah ini adalah hak-Mu, dan Engkau pasti akan menjaganya. Bukan hakku untuk menentukan hasil dakwah ini, dan pastinya aku juga sering terpesong dalam setiap langkahku. Pimpinlah aku, bersihkan niatku, dan lapangkan dadaku. Walau apa pun keputusannya, ia bukan hakku, kerana hakku hanya usaha, dan segalanya adalah ketentuan-Mu.

Monday, May 7, 2012

::Kelembutan dan kesabaran::

Bismillahirrahmanirrahim

"Dari Aisyah r.a, dia berkata: Rasulullah s.a.w bersabda kepadaku : "Wahai Aisyah, hendaklah engkau bertakwa kepada Allah Azzawajalla dan lemah lembut. Kerana lemah lembut itu sekali tidak berada pada sesuatu melainkan menghiasinya dan lemah lembut itu sekali tidak terlepas dari sesuatu melainkan memburukkannya"

(wasiat ke-3 dari buku 50 wasiat Rasulullah saw untuk wanita, karya Majdi As-Sayyid Ibrahim)


Ya, saya suka hadith ini, kerana ia mengingatkan bahawa Allah sukakan kelembutan. Dan saya sukakannya kerana saya sehingga saat ini masih lagi struggle untuk mempraktikkannya dalam kehidupan seharian. 

Di sinilah bezanya tahu dan amal. Otak tahu bukan, Allah sukakan kelembutan, bahkan hadith ini seolah-olah tidak mahu lekang daripada kotak pemikiran saya. Namun, apabila diuji dengan situasi-situasi tertentu, seringkali saya gagal mengamalkannya. Dan di sinilah perlunya mujahadah. Saya meyakini bahawa Allah akan mengira setiap mujahadah saya, biar pun saya gagal beribu-ribu kali, namun Allah pasti akan kira setiap satu daripadanya andai ia adalah untuk mencari redha Allah. Jadi, kenapa perlu berputus asa? 

[credit]


Anas bin Malik melaporkan bahawa Rasulullah SAW menghampiri seorang wanita yang sedang menangisi anaknya (yang meninggal dunia), dan berkata kepadanya, "Takutlah kepada Allah dan bersabarlah." Wanita itu (yang tidak mengenali Baginda) berkata, "Kamu tidak mengalami seperti yang saya alami." Ketika Rasulullah SAW pergi meninggalkannya, dikatakan kepadanya bahawa yang berkata-kata kepadanya itu adalah Rasulullah. Dia berasa terkejut. Dia pun datang ke rumah Rasulullah dan tidak mendapati penjaga di pintunya. Dia kemudian berkata: "Wahai Rasulullah, saya tadi tidak mengenalimu." Maka Rasulullah SAW bersabda, "Sabar itu pada hentakan yang pertama." 
 (Riwayat Muslim)

Dan saya juga sukakan hadith ini, kerana ia berbicara tentang sabar. Tetapi seperti hadith yang pertama tadi, saya juga masih berusaha mengamalkannya dalam kehidupan.

Terasa ingin menulis tentang dua sifat ini kerana sifat ini sangat ketara kelihatan pada dua orang ukhti yang sangat saya sayangi. Setiap kali berbicara dengan mereka, mereka mengingatkan saya tentang bersifat lemah lembut dan bersabar. Hebat bukan? Doakan saya juga mampu menjadi seperti mereka! JOM! sama-sama menjadi hamba Allah yang disukai-Nya!

Tuesday, April 24, 2012

::Jalan Yang Panjang::

Bismillahirrahmanirrahim

[credit]


"Jalan Allah ini panjang dan kita melangkah di atasnya seperti kura-kura, bukan tujuan kita untuk sampai ke penghujungnya, tetapi tujuan kita adalah untuk mati di atasnya" 

 [quoted from somebody's Twitter]

Dua minggu ini bermain dengan perasaan, bermain dengan kata-kata dan bermain dengan hujah-hujah.

Pening bukan, apabila kita ingin ISLAM itu menjadi solution kepada semua permasalahan dunia, tapi kita pula dihambat dengan persoalan jalan mana yang harus aku guna?

Allah itu sangat adil, malah Dia Maha Adil, Allah tidak akan menghukum kita dengan sesuatu yang kita tak tahu. Dan adakah kita tahu jalan mana yang terbaik untuk kita menaikkan semula khilafah di muka bumi ini?

Ketika Rasulullah saw sedang berdakwah kepada pembesar Quraisy, dan Abdullah bin Ummi Makhtum datang untuk menyucikan dirinya lalu Rasulullah saw berpaling, bukan kerana baginda tidak menyukai Abdullah, tapi kerana untuk menyebarkan Islam dengan lebih meluas, tentunya lebih mudah andai pembesar-pembesar Quraisy ini menerima dakwah baginda. Tentu sekali seluruh Mekah akan menerima dakwah baginda selepas itu. Namun, apa kata Allah? Tidak, Islam datang untuk menyucikan, Islam datang sebagai peringatan, dan sesiapa sahaja yang ingin menyucikan dirinya, dan sesiapa sahaja yang ingin mengambil pelajaran, Islam ini adalah untuk dirinya. Dan tidak ada cela ke atas kita andai ada manusia yang tidak menerima. Allah mengajar kita, andai kita berusaha, tidak ada cela kepada kita walau apa pun hasilnya. (Surah A'basa)

 “Apabila seorang hakim akan memutuskan perkara, lalu ia melakukan ijtihad, kemudian ijtihadnya benar, maka ia memperoleh dua pahala (pahala ijtihad dan pahala kebenarannya). Jika hakim akan memutuskan perkara, dan ia berijtihad, kemudian hasil ijtihadnya salah, maka ia mendapat satu pahala (pahala ijtihadnya).” 
(Riwayat Bukhari Muslim).


Kita tidak akan dihukum andai kita gagal mencapai sesuatu, tetapi kita akan dicela andai kita tidak berusaha. Oleh itu, berusahalah mengikut apa yang kita yakin, beramallah dengan apa yang kita percaya. Carilah ilmu sehingga ia benar-benar meyakinkan kita. Berusahalah mencapai matlamat itu dengan apa pun cara, namun jangan pernah kita lupa, matlamat kita tetap redha Allah, andai Allah redha dengan setiap usaha kita, inshaAllah kita bertemu di penghujung jalan sana, namun andainya kita syahid di pertengahannya, kita ada sesuatu untuk dipersembahkan untuk memohon redha dan perlindungan Allah di akhirat kelak.

Semoga kita tidak menjadi orang yang tidak menyumbang apa-apa kepada Islam, dan orang yang miskin di hadapan Allah kelak. Ameen.



p/s : ini sekadar pendapat, bersedia untuk ditegur dan dikritik untuk lebih membina diri, inshaAllah~

Thursday, March 8, 2012

:Maaf atas kekejaman ini::

Bismillahirrahmanirrahim

Disclaimer : Post ini adalah luahan hati, mungkin tidak membantu menambahkan iman kepada sesiapa yang membacanya~

Pernah tak terasa anda bersikap kejam terhadap manusia lain yang anda sayang?

Itulah apa yang saya rasa sekarang. Dalam keadaan si dia sedang berusaha mencari jalannya, membina dirinya, dia dibebani dengan berbagai-bagai perkara yang tidak sepatutnya difikirkannya buat masa sekarang.

Seperti seorang anak yang sedang membesar, tetapi dibebani dengan masalah kehidupan yang tidak sepatutnya difikirkan pada umurnya ketika itu. Memaksa dia menjadi dewasa sebelum waktunya.

Tarbiyah itu panjang, dan ia panjang kerana ia adalah jalan yang selamat. Namun, ada masanya, tarbiyah di suatu tempat menuntut kita menjadi matang lebih awal daripada usia tarbiyah kita. Acuan tarbiyah kita memang tidak akan sama seperti acuan tarbiyah orang lain, namun, kita sepatutnya bermula di medan paling asas, medan bersama manusia. Medan yang menuntut kita mengamalkan semua teori yang kita belajar sepanjang umur tarbiyah kita. Bukan disibukkan dengan hal-hal selainnya, bukan disibukkan dengan ragam-ragam yang tidak sepatutnya.

[credit]


Buat si dia, maaf andai hak itu tidak tertunai, kerana diri ini juga manusia. Maaf kerana gagal memberikan iklim yang selesa untuk kalian membesar seperti yang sepatutnya. Maaf andai diri ini tidak mampu menjadi seperti yang sepatutnya. Moga Allah membalas setiap kesabaran kalian dengan ganjaran-Nya yg tentu sekali lebih hebat daripada seisi dunia.

Saturday, January 14, 2012

::Tetamu::

Bismillahirrahmanirrahim



Rasulullah SAW bersabda : 
"Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendakla ia memuliakan tamu-tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah menjaga hubungan silaturrahimnya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah dia berkata baik (benar) atau lebih baik diam."

[HR. Bukhari Muslim] 
"Apabila masuk tetamu pada satu keluarga (rumah), maka dimurahkan Allah rezeki keluarga itu, dan apabila tetamu itu keluar, maka Allah mengampuni dosa-dosa keluarga itu."

 [HR. Dailami dan Anas] 
"Sesungguhnya apabila tetamu masuk pada rumah orang mukmin, maka Allah limpahkan 1000 berkah dan 1000 rahmat pada ahli rumah tersebut."

[Durratun Nasihin, hal 22] 
"Barang siapa memberi makan terhadap saudaranya sesama muslim yang sesuai dengan keinginannya, maka Allah mengharamkan dia dari api neraka."

[HR. Hakim] 
"Sungguh, secepat-cepatnya sedekah yang diterima Allah ialah menghidangkan (oleh seseorang) akan makanan yang baik, kemudian ia suruh saudara-saudaranya untuk menikmatinya."

[HR. Ibnu Abu Dunya] 
"Sesungguhnya, malaikat selalu mengucapkan selawat atas seseorang, selama hidangannya masih tersedia."

[HR. Hakim dan Tarmizi]

Hari ini, menanti satu rombongan untuk tiba di Syifa' [nama rumah kami :)]. Menanti dengan hati dan tangan terbuka, semoga rahmat Allah turut bersama-sama mereka!

Tolong doakan kami nak exam minggu depan!

Tuesday, January 10, 2012

::Kenapa nak takut?::

Bismillahirrahmanirrahim

Disclaimer: Post ini adalah penceritaan kembali pengalaman saya semalam, maaf sekiranya tidak membantu memberi peringatan mahupun menambahkan iman.


Setelah berminggu-minggu bercuti musim sejuk, berjaulah, berprogram dan berjumpa akhawat serata tempat, semalam bermulalah kembali sesi persekolahan tahun ini! Yeay! sekolah!

Dan masuk je sekolah, terus kena buat physical examination pada patient, stress!

Saya jujur, saya memang stress sangat semalam, sepanjang hari hati ini berbolak-balik;

"nak pergi ke tak GP attachment tu? exam dah dekat, tak salah la kalau skip untuk study, dah la kena travel, jauh, buang masa" Hati berbisik-bisik sepanjang pagi.

Allah, memang tempting habis la nak skip. Dan memang ada pun ahli kumpulan yang skip, daripada 6 orang kami di GP centre tu, jadi 5 orang! Sampai sepanjang perjalanan sejam ke tempat tu, asyik terfikir-fikir, kenapalah aku tak skip je sesi kali ini. Aduh! lemahnya hati ini kan? Dan sempat hati ini berdoa,

"Ya Allah, Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik buatku, dan boleh jadi apa yang aku tidak sukai ini yang terbaik buatku, terimalah mujahadahku ini"

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”  
(Al-Baqarah;2:216)
Dan sepanjang menunggu giliran bertemu patient untuk mengambil history dan buat physical examination, (orang yang terakhir pulak tu!) memang Allah je yang tahu betapa hati ini rasa berat sangat. Tak tahu kenapa?!

Sampai giliran, pergilah jumpa patient dan bersembang. Nak terbelit jugalah lidah kan, dah 3 minggu cuti dan tak bercakap Bahasa Inggeris langsung. Buka sekolah terus kena sembang dengan patient, kena cakap jelas-jelas. Dan lepas habis bersembang, kena buat physical examination, ya Allah, susahnya nak bagi simple instructions! asyik terkeluar medical terms je, kesian pakcik tu! asyik kena tanya balik je apa yang nak dibuat.

Feedback GP kepada saya - GP tanya balik, apa agaknya yang boleh buat lebih baik? Jawapan saya - Give simple instructions.

Ya! itulah dia jawapannya bukan. Dalam dakwah sendiri, kita diajar bercakap dengan bahasa masyarakat, dalam kita mengajak manusia kepada Allah, kita harus bercakap perkara yang mereka boleh relate kepada kehidupan, yang mudah difahami, kerana akhirnya, Islam itu cara untuk hidup dalam dunia ini.

Dan apa feedback GP tersebut pada saya?

"You have to be more confident of yourself! You know your stuff, and you are nice, you're gonna be a good doctor, so be confident in yourself!"

Allah, tersentak sangat masa tu! Kenapa nak takut-takut? Sedangkan Allah kata:
 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. ” 
(Ali Imran; 3 : 110)
Kan...

 Kita ada Allah untuk membantu setiap masa, kenapa harus takut? Allah kata lagi dalam Al-Quran:

"Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan dia berbuat baik, dia akan mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati"

(Al-Baqarah;2;112) 

Muhasabah hari pertama sekolah tahun 2012. Harap-harap akan kekal dalam hati dan jiwa sehingga membuahkan amal. Tolong doakan saya, memerlukan doa kalian!

Saturday, December 31, 2011

::Attached::

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini hari terakhir dalam tahun 2011 mengikut kalendar masihi. Pernah beberapa minggu sebelum berakhirnya tahun ini, aku berazam untuk menulis sehingga 200 post. Sepertinya gagal mencapai azam tersebut, Allahu Allah~

Pagi ini, aku teringat abah dan pesanannya:

"Never get attached to materials and things" 

Pernah abah membicarakan itu kepadaku. Aku gagal memahaminya pada saat itu, iya lah, kalau kita ada sesuatu benda, nak-nak baru pula, takkanlah tak sayang, betul tak? Dan kini, saat aku sendirian di bumi Inggeris ini, aku mula memahami bait kata itu. Abah bukanlah memaksudkan agar aku tidak menjaga barang yang aku ada sehingga boleh dicampak begitu sahaja, namun abah ingin mengajarku bahawa semua itu adalah pinjaman dunia semata-mata, dan Allah boleh mengambilnya pada bila-bila masa yang Dia suka.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau dilalaikan oleh harta dan anak-anakmu untuk berdzikir kepada Allah"
(QS. Al Munafiqun: 9) 

"Dunia ini terlaknat dan isinya penterlaknat pula, kecuali yang berdzikir kepada Allah serta mengikuti dzikir tadi, juga orang yang berilmu agama serta orang yang menuntut ilmu agama tadi terbebas dari laknat"
(HR Turmidzi)

Mungkin abah tidak bermaksud sehingga begitu, aku juga tidak tahu, tapi aku bersyukur atas peringatan dan didikan mereka berdualah yang menjadikan aku seperti aku sekarang. Walaupun banyak sangat kelemahan yang sebenarnya atas sebab diriku sendiri, namun cara aku melihat dunia banyak dibentuk oleh nasihat-nasihat daripada mereka, yang dalam sedar atau tidak, mereka hanya bersahaja ketika berkata-kata kepadaku tentang kehidupan dunia yang sementara, tidak terlalu memaksa agar aku menerima, namun aku lihat segalanya dalam tindak-tanduk mereka sehari-harian.

Dan semakin aku berjalan di jalan ini, semakin aku mengagumi mereka, mereka mungkin tidak bersama-sama aku di sini, namun, setiap kata-kata mereka, setiap tindakan mereka,  sangat memaknai Islam yang mereka fahami, sedang aku? Berapa banyak tafsir surah yang telah aku pelajari, namun sebanyak mana pula amal yang lahir daripadanya? Berapa banyak ilmu yang bakal menuntut haknya di akhirat kelak?

Ya Allah, pimpinlah aku ke arah keredhaan-Mu, dan mereka yang bersama-sama denganku, ameen~

Thursday, December 29, 2011

::Lake District Conquest::

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah

Setelah beberapa hari pulang dari Perhimpunan Musim Sejuk (PMS) di Lake District, Ambleside. barulah jari jemari ini tergerak untuk menukilkan satu coretan di sini.

Sungguh, tarbiyah Allah itu boleh datang daripada pelbagai cara. Walaupun tidak berpeluang mendengar pengisian daripada muwajih-muwajih yang didatangkan khas daripada pelbagai tempat, namun, tarbiyah Allah tetap dirasai, alhamdulillah atas perasaan itu.

Seronok sangat melihat jiwa-jiwa yang tersentuh dengan Allah dan Islam, dan sungguh, aku sangat merindui perasaan itu, dan boleh kukatakan, aku sedikit cemburu dengan mereka yang mendapat perasaan itu. Bersyukur dan gembira buat mereka, tetapi sangat terusik kerana aku tidak berpeluang merasainya juga.

Sepanjang jaulah dari bumi Titanic ke bumi Birmingham, dan akhirnya ke Manchester sebelum bergerak menuju ke Ambleside, tarbiyah Allah sepanjang perjalanan sangatlah hebat. Ya, hanya kepada Dia aku bergantung. Manusia akan datang dan pergi, namun aku masih di sini. Jalan ini tidak memerlukan aku, namun akulah yang terhegeh-hegeh ingin berada di sini. Kalau kerana manusia aku ingin berada di sini, mereka bisa berubah hati, namun aku ingin terus di sini!

Jazakumullahu khayr akhawat 'kedai kopi ukhuwah'! Kalian menyegarkan dan menyedarkan kembali hatiku ini. Sungguh, kehadiran kalian adalah rahmat daripada-Nya, hadiah daripada-Nya buat diri ini!

Friday, December 16, 2011

::F A I T H::


Bismillahirrahmanirrahim

[credit]

Allah knows, He always does...
And He always know what is best for you...
So don't ever doubt what has happened...
And move forward to do the best you can with it!


[credit]
Pause... if you think you need it...
but never forget that test is parts and puzzle of life...
He send you to it...
He will be there to guide you through it...
inshaAllah~



Ya Allah, 
fikiranku sangat celaru kala ini, 
sangat buntu kala ini, 
dan sangat resah kala ini. 
Aku mohon petunjuk-Mu, 
untuk menghadapi hari-hari mendatang.
Ameen~ 


Thursday, December 15, 2011

:: C I N T A ::

Bismillahirrahmanirrahim

Disclaimer : Post ini adalah luahan perasaan saya, tidak bertanggungjawab sekiranya gagal memberi manfaat kepada sesiapa yang membaca.

Cinta. Agaknya apa yang muncul dalam kepala kita bila kita sebut hal cinta?

Petang tadi, dalam perjalanan pulang dari hospital, saya terfikir sesuatu... sesuatu tentang cinta.

Setiap muslim pasti ada impian ingin mempunyai pasangan yang soleh/solehah.

Kalau yang berbulatan gembira, kita ingin pasangan yang mampu mendokong kerja dakwah kita, menguatkan kita, menarik tangan kita tatkala kita futur, yang akan memahami bahawa masa kita, harta kita, bahkan jiwa dan nyawa kita diinfaqkan hanya kepada Allah dan Islam.

Kalau saya sendiri,tatkala masa lemah itu datang, saya ingin mempunyai pasangan yang mampu kuatkan saya tatkala saya buntu ingin melangkah ke mana, ingin melangkah bagaimana? Yang boleh menjawab persoalan-persoalan yang timbul dalam fikiran saya.

Namun, perjalanan balik daripada hospital tadi, satu perkara yang terlintas di fikiran saya :

Adakah saya benar-benar telah meletakkan pergantungan saya kepada Al-Khaliq, pencipta saya? Bukankah Allah akan mencabut pergantungan saya terhadap manusia sehingga saya mampu bergantung hanya kepada-Nya? Dan adakah saya telah benar-benar telah berharap hanya kepada-Nya? Atau saya masih mencari pergantungan terhadap manusia?

Mungkin perkara ini tidak boleh diaplikasikan kepada semua manusia begitu sahaja. Anda tahu diri anda bagaimana. Tapi untuk saya, saya tahu saya masih belum cukup melumatkan dalam hati saya, mendarah-dagingkan dalam kehidupan saya bahawa hidup saya hanya untuk Allah, dan pergantungan saya hanya kepada-Nya, dan segala yang lain akan tersusun cantik di tempatnya setelah dua perkara ini selesai dalam diri saya.

Tolong doakan saya, saya sangat memerlukan doa kalian. Cikgu saya yang saya sangat sayangi pernah cakap, kita sebenarnya hidup atas doa orang lain, jadi jangan pernah berbangga atas setiap kejayaan yang kita kecapi.

[credit]

[credit]

Thursday, December 8, 2011

::Saya::

Bismillahirrahmanirrahim


"Seseorang yang bercampur dengan manusia dan bersabar dengan gangguan mereka adalah lebih baik daripada manusia yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar dengan gangguan mereka" 
[Hadis sahih]

Hari ini, saya merasa satu perasaan halus dalam diri. Dalam kita menjalani hari-hari dalam kehidupan yang sementara ini, kita tidak dapat tidak, akan  berhadapan dengan manusia.


Hari Rabu lepas, semasa berbulatan gembira dengan adik-adik yang sangat comel dan riang, saya perasan satu perkara, saya melihat diri saya dalam mereka. Setiap seorang daripada mereka. Kenapa saya cakap macam tu? Sebabnya saya memahami kenapa mereka mengatakan mereka fobia berkawan dan super sensitif. Saya memahami, kerana saya juga begitu. Saya juga takut untuk berkawan dengan manusia, kerana saya takut dan malas nak menghadapi pelbagai ragam dan kerenah yang saya sendiri tidak tahu sama ada saya mampu untuk menerimanya. Dan saya memahami apabila berbicara dengan salah seorang mereka suatu masa dahulu kenapa mereka hanya ingin bekerja di makmal (baca: lab). Ini kerana bekerja sendiri tidak memerlukan kesabaran untuk menghadapi manusia. 


Allah. Betapa perasaan itu pernah suatu masa dahulu begitu kuat mencengkam saya dan kini saya melihat perkara yang sama pada manusia-manusia yang saya sayangi di sekeliling saya. Terasa seperti melihat kehidupan saya di layarkan kembali di hadapan mata.


Di sinilah tarbiyah telah mengubah saya. Teringat kali pertama mengenali tarbiyah ini, dan pengalaman pertama mendekati manusia. Allahu akbar. Sangat amatur bila difikirkan. Memikirkan Allah tidak menjadikan manusia hidup bersendirian, walaupun sebenarnya hidup sendirian tu sangat best! (sekiranya kita tidak memahami apa tujuan kita diciptakan T_T)


Tarbiyah mengajar saya bahawa kita hidup bukan untuk diri kita semata-mata dan kerana itu, kita pasti akan bergaul dengan manusia. Kita tidak dapat tidak pasti akan bermuamalat (berurusan) dengan mereka. Dan dalam pada itu, kita pasti perlu bersabar dalam menghadapi setiap perkara yang menyalahi prinsip dan values yang kita pegang dalam hidup kita.


Kala ini, apa yang saya belajar ini betul-betul di uji.

Muayashah (hidup) dengan manusia benar-benar menguji adakah saya benar-benar hadam apa yang saya belajar sebelum ini. 


Benar-benar memahami yang saya hidup untuk berbakti kepada manusia. 


Benar-benar meminta saya untuk bersabar dan menerima bahawa setiap manusia berbeza dan setiap manusia mungkin mempunyai matlamat hidup yang sama dengan saya, tapi mungkin pembawakan matlamat tersebut dalam kehidupan sangat-sangat berbeza dengan saya. 


Kala ini, saya bukan perlu mengubah orang lain, sebaliknya diri saya untuk menerima manusia seadanya, sebagaimana mereka menerima saya seadanya. 


Dan sekiranya manusia pun tidak menerima saya seadanya, saya perlu tanamkan untuk menerima manusia sebagaimana Allah menerima saya dengan setiap dosa dan maksiat yang saya lakukan.


Sungguh, saya sangat sensitif kala ini, dengan setiap butir bicara yang dilontarkan kepada saya. Dan saya masih sedang cuba sedaya upaya untuk mendarah dagingkan bahawa saya hidup untuk berbakti kepada manusia. 


"jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilemparkan buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah" 
Saidina Abu Bakar As-Siddiq


Sungguh, saya masih manusia yang penuh dengan kesalahan dan kelemahan, yang terkadang masih terasa dengan perkara-perkara biasa. Kerana itu, saya memohon maaf atas setiap kesalahan yang saya lakukan dalam proses saya sedang belajar kala ini. 

Monday, December 5, 2011

:: cahaya ::

Bismillahirrahmanirrahim

"Aku mengadu kpd guruku, Waki', akan kesusahanku menghafal. Maka dia menasihati supaya aku tinggalkan maksiat. Ketahuilah ilmu itu cahaya dan cahaya Allah itu tidak diberikan kepada orang yg melakukan maksiat"

[Imam Syafie]

[credit]


Mungkin....inilah yang menghijab pengetahuanku sepanjang aku berada di bumi Inggeris ini. Maksiat dan dosa yang penuh dalam hati. Menghalang ilmu Allah untuk masuk ke dalam hati dan menjadi amalan.  Ilmu untuk kehidupan dunia dan ilmu untuk bekalan di sana yang kekal abadi.

Thursday, December 1, 2011

:: kita berbeza.. tapi serupa ::

Bismillahirrahmanirrahim


[credit]



Semenjak dua menjak ni, memang sangat senang terasa dengan manusia. Setiap bait-bait kata pasti ada je yang menusuk ke dalam ruang hati paling dalam. Terfikir, "sebenarnya aku ke yang masalah? Mesti la kan, apa-apa pun, mestilah diri sendiri dulu, ke tak?? "

Saat-saat macam ni, teringat kata-kata seorang kakak (yang dirindui selalu) semasa di Malaysia suatu masa dahulu, "awak kena faham, tak semua orang dibesarkan dalam suasana awak dibesarkan, mungkin awak rasa benda tu perkara yang sepatutnya semua orang tahu dan buat, tapi mungkin itu bukan didikan dia di rumah"

Hmmm, mungkin... selalunya, perkara yang saya rasa ia adalah common sense, norma yang sepatutnya semua orang tahu, apabila ada orang tidak boleh mengaplikasinya dalam kehidupan, saya jadi tertekan sendiri, saya jadi geram sendiri, dan saya memendam perasaan, sehingga saya tidak mampu untuk melakukan apa-apa kerja kerana asyik memikirkannya (seperti sekarang). Namun saya terlupa, manusia itu berbeza, dan kita perlu mengakui perbezaan itu, dan menyambutnya. (celebrate the difference)

Allah menjadikan semua manusia itu berbeza bukan?  Dan apa yang kita perlu lakukan adalah mencari titik persamaan itu, ibarat kaum Muhajirin dan Ansar juga sangat-sangat berbeza, namun mereka boleh bersatu di bawah satu payung, ISLAM! Aqidah yang menyatukan manusia adalah satu ikatan yang paling mulia dan tidak akan putus, inshaAllah. 

Peringatan untuk diri sendiri kala ini. 

Monday, November 28, 2011

: : R I N D U : :

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini, tatkala berbulatan gembira diri sendiri, tiba-tiba perasaan sedih menyelinap masuk ke dalam hati saya. Kami sedang rancak membincangkan mehnah dan ujian buat para dai'yah ( pendakwah perempuan) dan hikmah mereka diberi ujian tersebut tatkala perasaan halus itu terbit jauh di lubuk hati saya paling dalam.

Saya rindu mereka. Mereka. Mereka yang selama ini memberi sokongan dan menghulurkan tangan setiap kali saya memerlukan tempat untuk berpaut. Mereka yang tidak pernah menyalahkan saya walau macam mana teruk pun saya dan kalau sebagai pelajar, macam mana teruk pun study saya. Mereka yang selama ini sangat yakin dengan setiap keputusan yang saya ambil dan sentiasa bersetuju dengan tindakan saya.

Ya, MEREKA. Ibu bapa saya. Keluarga saya. Dan detik-detik saya mula berjalan di jalan ini menerjah kotak pemikiran saya. Mereka tidak pernah melarang saya untuk melakukan apa yang saya rasakan benar ini. Namun, memikirkan kembali, saya bukanlah seperti orang lain. Apabila mendengar seruan dakwah i'lallah (seruan kepada Allah) , orang pertama yang muncul di benak fikiran manusia lain secara amnya adalah keluarga, namun saya....saya tidak. Mungkin kerana saya merasakan mereka tidak memerlukannya, Dan kerana itu, saya gagal untuk berkongsi setiap perkara yang saya dapat tentang Allah, tentang RasulNya, tentang Islam dan tentang semuanya. Sebaliknya, saya lebih selesa berbicara semua itu dengan manusia lain, tapi tidak dengan mereka.

Dan kini, tatkala saya jauh di bumi ini, beribu-ribu batu daripada mereka, saya merindui mereka, dan saya ingin sekali berkongsi setiap perkara yang saya dapat ini dengan mereka.

Teringat soalan abah kepada saya suatu hari di cuti musim panas tahun ini :
"kamu taknak ke usrahkan abah?" . Apa jawapan saya? Senyuman. Hanya senyuman. Sedangkan Allah dah mudahkan untuk saya bercerita kepada mereka. Dan tatkala itu, saya teringat ayat Allah ini dan huraian saudara Nouman Ali Khan tentangnya. (klik untuk dengar)



"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; pemjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"
(At-Tahrim; 66:6)

Sejauh mana saya berusaha mengajak mereka bersama-sama memahami agama ini. Ya, saya tidak sempurna, dan saya juga sedang belajar, dan saya tidak tahu, adakah saya mampu untuk membawa mereka ke syurga, sedangkan saya sendiri masih belum pasti pengakhirannya, namun, apakah saya tidak ingin berusaha? dan apakah saya hanya menanti dan berserah sahaja. 

Ya Allah, ampunilah aku, dan ampunilah kedua orang tuaku, keluargaku , guru-guruku, sahabat-sahabatku dan sesiapa sahaja yang bersama-sama denganku, dan Engkau ampunilah kaum muslimin seluruhnya, yang masih hidup mahupun yang telah meninggal dunia, ameen~

[credit]

Friday, November 25, 2011

::Setiap kali::

Bismillahirrahmanirrahim

*lagu ini merumus emosi dan perasaan saya kala ini, memohon sedikit ketenangan untuk meneruskan kehidupan~


Setiap Kali - Devotees

Setiap kali mendapat nikmat
jarang kusedari itu pemberian-Mu
terkadang rasa itu kerana
segala usaha dan penat lelahku sahaja

setiap kali ditimpa musibah
kumengeluh risau bertambah gelisah
hingga terlupa pada-Mu Allah
tempat kembali segala masalah

oh Tuhan Yang Maha Penyayang
leraikanlah aku dari keluh kesah
yang membelenggu jiwa dan fikiran
ditambah dengan hasutan syaitan
kurniakanlah kepadaku ketabahan
singkapkanku hikmah segala ketentuan
Moga sinar-Mu berikanku pedoman
Hanya pada-Mu segala ketetapan

Ya Allah kau redhailah diri ini

seandainya diri ini
mampu meraih cinta keredhaan-Mu
seandainya akulah insan yang terpilih
pimpini hidupku

Other posts:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...