Saturday, August 27, 2011

::Gelisah - part 2::

Naskah Al-Quran terjemahan merah jambu kesayangannya itu dicapai. Mungkin kata-kata cinta Sang Pencipta mampu memberi setitis ketenangan buat jiwanya yang resah ini.

“Allah Maha Lembut terhadap hamba-Nya. Dia memberi rezeki kepada sesiapa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Kuat Maha Perkasa” 
[Az-Zumar;42:20]

Mengalir air matanya memikirkan kelembutan Allah itu. Allah pasti tidak akan mengecewakan hamba-Nya yang berharap kepada-Nya. Itu pasti! Lantas diteruskan pembacaan itu.

“dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Orang-orang yang ingkar akan mendapat azab yang sangat keras.” 
[Az-Zumar;26]

Bergetar hati tatkala membaca ayat-ayat Allah ini. Janji Allah memperkenankan permintaan hamba-hamba-Nya cukup untuk membuatkan hati berbunga kembali. Allah. Masih ada harapan buat diriku ini, getus hati kecilnya.

Namun, ketika membaca sambungan kepada janji tersebut, jiwanya terus tersentak.

“Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, nescaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Teliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat” 
[Az-Zumar;42:27]


“Ya Allah, akukah itu? Akukah hamba-Mu yang melampaui batas setelah Engkau beri nikmat kesenangan di bumi-Mu ini? Apakah itu sikapku selama ini, sehingga kini, sukar untuk aku merasai walau secebis ketenangan dalam hatiku?” hati kecil itu berbicara sendiri.

Teringat ayat-ayat Allah yang lain yang berbicara tentang manusia ingkar setelah Allah beri kesempatan dan pertolongan.

“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh-kesah, dan apabila mendapat kebaikan, dia menjadi kikir” 
[Al-Ma’arij;70:19-21]

Dan kini, dia keliru. Ingin meminta kemudahan dan nikmat, namun bimbang andai nikmat itu membawa kepada keengkaran terhadap Al-Khaliq. Ingin meminta, namun risau sekiranya nikmat yang diminta bakal menjadi istidraj yang bakal membawanya lebih jauh daripada Yang Maha Kuasa. Ingin meminta dunia, namun risau bekal di akhirat sana kelak.

“Ya Allah, aku mohon petunjuk-Mu, andai Engjau perkenankan aku nikmat dunia ini, letakkanlah dunia di tanganku, bukan di hatiku”, perlahan bibir itu menuturkan bicara walaupun tanpa suara.



23 ramadhan 1432H
Honeysuckle Road
Southampton

 


1 comment:

safiyyatulinsyirah said...

tiada ketenangan melainkan ketenangan mengingati Dia. maka dia menghadirkan ujian utk mengembalikan manusia pda jalan yg sebenar....jalan mencari keredhaan Allah.

subhanallah...alhamdulillah..segala puji bagi Allah, Tuhan Sekalian Alam. sangat tersentuh membaca entri kali ini...seolah2 diri ini juga mengalami kisah yang sama...

tatkala diri memohonkan dipermudahkan urusan dunia...dikurniakan nikmat atas kasih sayangNya....hati ini akn turut membimbangi atas nikmat itu, kita akan jauh dariNya, ya, membimbangi tentang bekal di akhirat...

mengalir air mata...mngalir dn terus menangisi andai itu yg terjadi selama ini,....kerana diri ini sentisa sedar, insan yg jiwanya lemah.

semoga Allah memelihara jiwa kita...memelihara diri kita supaya sentiasa dlm petunjuk dan hidayahnya.

subhanallah...ujian dn nikmat. satu pasangan yg lengkap, Allah aturkan buat setiap hambanya...sebagai satu proses menjadikan insan hamba Allah yg lebih baik, yg benar beriman dn bertaqwa, yg teguh aqidah dn keyakinan....iaitu bagi jiwa yg menyedarinya.

inilah jalan kehidupan untuk mencari ketenangan hakiki. jika tiada ujian dn nikmat, maka adakah adanya kita seperti hari ini..?

teringat kisah saat manusia ingin diciptakan, tatkala malaikat mempersoalkan keputusan Allah Azza Wajalla....malaikat adalah makhluk Allah, seperti juga manusia yg kdg2 mempersoalankan keputusan dn ketentuan Allah....tetapi, apa yg Allah jwb...? ''Aku lebih Mengetahui apa yg tidak kamu ketahui''...inilah kuasa Allah...Tuhan yg lebih Mengetahui Segala Sesuatu. ya, Allah lebih Mengetahui...dn atas sifat itulah, menjadikan kita sbg hambanya...

subhanallah...bukankah ini telah mengembalikan kita pada hakikat, tujuan dan fitrah manusia itu sendiri. inilah aqidah. maka ujian dn nikmat itu adalah satu proses pembentukan aqidah lebih mantap. Allahuakbar...inilah keagunganNya...dan tanda kebesaranNya..:)

maka...bagi jiwa yg menyedarinya...akn setiasa berasa tenang...tenang dlm kehidupan dunia dan akhirat....dlm satu aqidah yg kuat atas satu proses hidup yg Allah telah sediakan buat dirinya..:)

insyaAllah...:)

semoga kita terus diberi taufik hidayah dan petunjuk dariNya...dn semoga Allah mengampunkan setiap dosa-dosa dlm sedar atau tidak... :)

Other posts:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...