Monday, August 1, 2011

::tadabbur::

Tatkala membuka mushaf terjemahan Al-Quran, terselak ke halaman  335-336. Dengan perasaan yang tidak tenteram, dua muka itu dibaca dengan terjemahannya sekali :


Allah beri peringatan pada ayat pertama lagi!
"Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik, dan mereka dipimpin kepada jalan yang terpuji"  (Al-Hajj; 22:24) 


Bacaan diteruskan, lantas dengan perasaan yang bercampur baur itu, dan :


(Beribadahlah) Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia (Allah). Sesiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah dia seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.   
Demikianlah. Dan sesiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.    
Bagi kamu (binatang-binatang ternak) itu ada beberapa manfaat, sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempat (sembelihan)nya ialah (setelah) sampai di rumah tua itu.  
Dan bagi tiap-tiap umat Kami (Allah) tentukan (syariatkan) cara peribadatan, supaya mereka menyebut nama Allah atas apa yang Dia (Allah) rezekikan kepada mereka daripada binatang-binatang ternak. Maka Ilah (Tuhan)mu ialah Ilah (Tuhan) al-Wahid (Yang Maha Esa), dan aslim (berserah dirilah kamu) kepada-Nya (kepada Allah). Dan berilah khabar gembira kepada orang yang tunduk patuh.   
(Iaitu) orang yang apabila disebut Allah, gementarlah hati mereka, orang yang bersabar terhadap apa yang menimpa mereka, dan mereka mendirikan solat, dan menafkahkan sebahagian daripada apa yang Kami (Allah) rezekikan kepada mereka.   (Al-Hajj; 22:31-35) 


Tatkala ini, terasa: "layakkah aku mempersoalkan sedangkan tidak setiap masa aku menjadi orang yang tunduk patuh?"


Lalu Allah akhiri dua muka itu dengan ayat ini :
"Sesungguhnya Allah akan membela orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi kufur"    (Al-Hajj; 22:38)


Terasa macam Allah sedang berbicara dengan diri ini dengan cara yang sangat halus. Allah mula dengan menyedarkan nikmat Iman dan Islam yang dimiliki, walaupun pada saat itu, terasa seluruh dunia sedang runtuh di depan mata, terasa seolah-olah tiada harapan dan kekuatan untuk memulakan kembali langkah.


Allah sambung dengan sifat-sifat orang yang memiliki Iman dan Islam sebenar-benarnya. Refleksi diri. "Allah, jauhnya aku dari semua sifat-sifat itu. "


Dan Allah akhiri dengan ayat penutup yang sangat memberi kesan - Allah membela orang beriman, namun Allah tidak menyukai orang yang berkhianat dan kufur. "Allah. Adakah aku mensyukuri nikmat-nikmatNya, atau aku termasuk dari kalangan hamba-Nya yang kufur nikmat? "




Soalan yang diri sendiri mempunyai jawapannya. Kerana hanya diri yang mengetahui amalan-amalan di saat memperoleh nikmat dariNya.

2 comments:

atTahirah said...

hey miow miow, salam ramadhan~

~AiSyA HuMayRa~ said...

Salam ramadhan juga.. miow??

Other posts:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...